Batu – Sutardji Calzoum Bachri
27Nov07
Batu
Sutardji Calzoum Bachri
batu mawar
batu langit
batu duka
batu rindu
batu jarum
batu bisu
kaukah itu
teka
teki
yang
tak menepati janji?
Dengan seribu gunung langit tak runtuh dengan seribu perawan
hati tak jatuh dengan seribu sibuk sepi tak mati dengan seribu
beringin ingin tak teduh. Dengan siapa aku mengeluh?
Mengapa jam harus berdenyut sedang darah tak sampai mengapa
gunung harus meletus sedang langit tak sampai mengapa peluk
diketatkan sedang hati tak sampai mengapa tangan melambai sedang
lambai tak sampai. Kau tahu?
batu risau
batu pukau
batu Kau-ku
batu sepi
batu ngilu
batu bisu
kaukah itu
teka
teki
yang
tak menepati
janji?
Filed under: Sutardji Calzoum Bachri | 3 Comments
Gila, berkarakter banged! Ini yang saya suka dari Sutardji. Meskipun lolobanamah teu ngarti. tapi karena ga ngerti itu karakternya jadi kuat. hahaha
selamat anda akan jadi paus sastra indonesia berikutnya!
kenal puisi niy dari SMA , berarti udah hampir 9 taun yang lalu
gak pernah ngerti maksudnya sampe sekarang
plizzz explain to me….
Mawar (keindahan, lambang cinta), langit (ketinggian, lambang spiritualitas), duka, rindu, jarum (tajam, menusuk), bisu (berbicara, tapi tak keluar suara)…semua membatu. Jika penyair telah merenung panjang dan dalam..ia akan mengambil kesimpulan yg keras dan kokoh. Batu. Tapi dlm kesimpulannya, ia msh menyisahkan ragu. Maklumlah manusia. Banyak relativiatas dalam realitas yg ditangkap pikiran.
Lalu.
Dan seterusnya. Rumit. Percakapan batin seorang penyair. Masih menyisahkan teka teki. Bahkan bagi pengarangnya sendiri. Tarji.