sajak desember – sapardi djoko damono
02Dec07
sajak desember
sapardi djoko damono
kutanggalkan mantel serta topiku yang tua
ketika daun penanggalan gugur
lewat tengah malam. kemudian kuhitung
hutang-hutangku pada-Mu
mendadak terasa: betapa miskinnya diriku;
di luar hujan pun masih kudengar
dari celah-celah jendela. ada yang terbaring
di kursi letih sekali
masih patutkah kuhitung segala milikku
selembar celana dan selembar baju
ketika kusebut berulang nama-Mu; taram
temaram bayang, bianglala itu
1961
Filed under: Sapardi Djoko Damono | 3 Comments
duwh, dalam……*merenung*
makasih dan salam kenal
mohon bantuan nya yaa…
puisi ini kalo mau dianalisa cocoknya pake teori apa ya?
psychoanalysis bisa tak yaa??
terimakasih..